Ketentuan ini berawal dari aksi para aktivis setempat mengajukan petisi yang ditandatangani 360 ribu orang. Isinya mendesak dilakukannya voting atas ketentuan penggunaan kondom dalam film-film porno yang pengambilan gambarnya di wilayah LA. Berdasarkan referendum yang dilakukan bersamaan dengan pilpres dan pemilu kongres AS, 6 November kemarin, mayoritas pemilih menyetujui diberlakukannya ketentuan tersebut.
Namun ketentuan ini mendapat protes dari para pelaku industri film dewasa. Free Speech Coalition (FSC) yang menyebut dirinya sebagai asosiasi perdagangan industri hiburan dan produk dewasa, menyatakan bahwa memaksa para aktor memakai kondom hanya akan membuat industri film porno 'tidak laku'.
"Selain enggan mematuhi ketentuan tersebut, FSC dan pelaku industri ini memiliki sejumlah keprihatinan terhadap ketentuan itu. Kami yakin bahwa hukum tidak hanya bisa menjadi inkonstitusional jika pelaksanaannya dipaksakan, tapi juga tidak berlaku dengan adanya yurisdiksi pemerintah negara bagian California daripada pemerintah lokal," demikian pernyataan tertulis FSC seperti dilansir AFP, Kamis (8/11/2012).
"Oleh karena itu, kami akan mengajukan gugatan dan melawan ketentuan yang tidak bisa ditolerir ini, di pengadilan. Ketentuan ini, jika dilaksanakan, hanya akan membuat produksi film dewasa tidak laku," tegasnya.
Diketahui bahwa pelaku industri film dewasa yang beromzet puluhan juta dolar AS ini, sebagian besar bermarkas di San Fernando Valley, LA bagian utara. Mereka sendiri menentang diberlakukannya ketentuan ini karena membuat penonton film-film mereka berkurang drastis.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !